ONELUXE & Richard Mille: Saat Seni Mekanis Menemukan Ruang Apresiasinya
Di kalangan pencinta horologi, nama Richard Mille kerap diucapkan dengan nada penuh hormat dan decak kagum. Ia bukan sekadar brand jam tangan; ia adalah sebuah manifesto. Sebuah pernyataan bahwa batas dalam seni ketepatan waktu bisa terus diterobos. Lalu, di mana ruang di Jakarta di mana manifesto ini bisa diresapi, dinikmati, dan diapresiasi secara langsung? Banyak yang kemudian merujuk pada ONELUXE.
Fenomena Richard Mille: Lebih dari Angka di Ticker Price
Membahas Richard Mille memang tak bisa lepas dari angkanya. Harga Richard Mille yang fenomenal sering menjadi headline. Namun, bagi yang memahami, angka itu hanyalah derivasi dari sebuah perjalanan yang jauh lebih kompleks. Harga tersebut adalah cerminan dari ribuan jam riset material—seperti NTPT® Carbon dan Quartz TPT®—yang didatangkan dari dunia balap dan penerbangan. Ia adalah hasil dari pengerjaan skeleton movement yang nyaris tak tersentuh toleransi, dan desain kasus “tonneau” yang menantang gravitasi dan persepsi biasa.
Setiap model, dari RM 007 yang anggun hingga RM 11-03 yang tangguh, bercerita tentang sebuah era di mana jam tangan tak lagi hanya penunjuk waktu, melainkan “mesin balap di pergelangan tangan,” sesuai semboyan brand-nya. Maka, wajar jika kolektor memandangnya sebagai mahakarya teknik yang bernilai investasi.
ONELUXE: Ruang Dialog bagi Kolektor
Inilah konteks di mana ONELUXE muncul. Di pusat perbelanjaan Lippo Mall Puri, Jakarta Barat, ruang ini hadir bukan sebagai ‘toko’ konvensional, melainkan lebih sebagai galeri atau showcase untuk horologi tinggi. Suasana di dalamnya dirancang untuk mendukung kontemplasi. Pencahayaan yang tepat, tata letak yang lapang, dan yang terpenting, staf yang pengetahuannya dalam tentang mekanika dan sejarah setiap brand memungkinkan terjadinya dialog yang mendalam.
Di rak-rak pajangannya, jam tangan Richard Mille diletakkan dengan penuh hormat. Pengunjung diajak untuk melihat dari dekat bagaimana cahaya bermain di antara jaring-jaring kaliber yang terbuka, merasakan bobot ringan nan kokoh material eksotisnya, dan memahami filosofi di balik setiap komponen. ONELUXE seolah memahami bahwa kepemilikan sebuah Richard Mille adalah sebuah proses apresiasi panjang, dan mereka hadir untuk memfasilitasi tahap awal dari proses itu.
Lokasi yang Menjadi Titik Temu
Bagi mereka yang ingin melakukan pengalaman langsung ini, ONELUXE mudah ditemukan di Lippo Mall Puri, Lantai Ground (GF) Unit 33-A Jl. Puri Indah Raya, Kembangan Selatan, Jakarta Barat – 11610.
Ruang ini terbuka untuk umum setiap hari, pukul 10.00 hingga 22.00. Lokasinya yang strategis kerap menjadikannya titik temu informal bagi komunitas pencinta jam tangan. Tak jarang, kunjungan untuk melihat satu model tertentu berlanjut dengan obrolan tentang perkembangan industri, cerita di balik produksi, atau sekadar berbagi apresiasi.
Sebuah Destinasi dalam Perjalanan Horologi
Pada akhirnya, ONELUXE dan Richard Mille hadir dalam keselarasan yang tepat. Satu pihak menawarkan perwujudan visi horologi masa depan, sementara pihak lainnya menyediakan panggung—sebuah ruang fisik di Jakarta—di mana visi itu bisa disentuh, diapresiasi, dan dimengerti konteksnya.
Keputusan untuk menginvestasikan waktu dan perhatian untuk mengunjungi ruang seperti ini, seringkali adalah langkah pertama sebelum keputusan lainnya dibuat. Di sinilah nilai sesungguhnya berada: pada kesempatan untuk berdialog langsung dengan karya seni mekanis yang legendaris, jauh sebelum membahas angka dan transaksi. Itulah yang ditawarkan oleh lingkungan ONELUXE: sebuah ruang apresiasi murni di tengah hiruk-pikuk ibu kota.
