Thursday, July 18, 2019


         Masih teringat jelas pelajaran sejarah di bangku sekolah dulu tentang aksi heroik arek-arek Suroboyo merobek bendera Belanda di Hotel Oranje. Namun, siapa sangka jika kini aku berada di tempat bersejarah ini untuk staycation. Rasanya masih amazed, antara tak menyangka masih bisa menyaksikan sisa sejarah Indonesia dan melihat sendiri cantiknya arsitektur hotel legendaris ini. Seperti apa ya kira-kira bangunan megah nan cantik ini sekarang? Yukk ikuti review aku . . .

Sekilas Tentang Hotel Majapahit
        Menemukan lokasi Hotel Majapahit tergolong mudah, wajar saja karena letaknya di jantung Kota Surabaya tepatnya di Jalan Tunjungan no 65. Tak hanya berada di deretan pusat bisnis, hotel ini juga dekat dengan pusat perbelanjaan Tunjungan Plaza yang bisa dicapai hanya dengan berjalan kaki. Asyik banget kan?

Hotel Majapahit
       Begitu tiba di Hotel Majapahit rasanya aku tak sabar ingin meng-explore setiap sudut bangunan yang dibuat tahun 1910 dengan dominasi warna putih dipadu warna biru. Baru melihat sekilas saja sudah terbayangkan betapa mewahnya hotel yang dulu bernama Hotel Oranje ini.

Lobby
        Tak sabar rasanya, aku pun langsung melakukan registrasi di lobby yang bergaya Art Deco. Pertama yang aku lihat di area front office adalah sketsa Hotel Majapahit ketika baru dibuka. Keramahan dan kehangatan pelayanan hotel berkelas bintang lima ini memang tak perlu diragukan lagi. Terlebih hotel ini dibawah naungan Accor Hotel dengan tagline-nya Fell Welcome.
Sketsa Hotel Majapahit (dahulu Hotel Oranje)
Lobby area
Welcome drink
    Sembari menunggu proses check in, aku melihat-lihat sekitar lobby di mana banyak lukisan tentang Surabaya serta barang-barang peninggalan masa lampau. Saat asyik melihat area lobby aku disuguhi welcome drink yang unik banget. Welcome drink ini berupa air legén (air tape singkong) dan juga kue tradisional yang kini jarang sekali ditemui. By the way, lobby tempat aku menikmati welcome drink ini dibangun pada tahun 1930, berselang 20 tahun sejak Hotel Majapahit pertama kali dibangun. Akhirnya, kunci kamar sudah aku dapatkan. Yuk kita ke kamar yang akan aku inapi!

Kamar
        Sebelum memasuki kamar, aku harus melewati koridor panjang dan juga taman. Nah, koridor pertama yang aku lewati tepatnya di depan Balai Adika ini dulunya merupakan lobby Hotel Oranje (nama Hotel Majapahit waktu pertama dibangun tahun 1910, tahun 1942 berganti nama Hotel Yamato). Di lobby lama ini terdapat beberapa interior antik yang sebagian masih terjaga keasliannya. Ada pula foto tokoh yang pernah singgah di Hotel Majapahit salah satunya Charlie Caplin, wow! Sedangkan Balai Adika kini difungsikan sebagai ballroom untuk acara pernikahan maupun pertemuan.

Selasar menuju Balai Adika (lobby asli Hotel Oranje)
Selasar depan kamar-kamar
Tangga menuju kamar-kamar lantai 2
Selasar yang dikelilingi taman
        Saat melewati selasar yang indah, aku dibuat kagum dengan arsitekturnya yang didominasi putih biru, kontras dengan tamannya yang berwarna hijau. Betapa elegan dan indah seluruh bangunannya, tak heran jika hotel ini disebut sebagai luxury hotel berkelas bintang lima.

Lobby pertama ketika masih bernama Hotel Oranje
Taman di tengah kamar-kamar
   Jika kalian menginap disini sempatkanlah untuk foto-foto di area tamannya yang hijau dan juga selasarnya yang cantik karena bangunannya masih asli dan tak lekang oleh jaman. Aku pun menyiapkan outfit demi bisa mendapatkan foto cantik di berbagai sudut hotel ini.

        Yeayy, akhirnya sampai juga di kamar aku type Classic Room. Begitu dibuka pintu kamarnya aku masih dibuat kagum dengan interiornya. Lantai kayu, sofa bed dan meja kayu serta furniturenya yang seluruhnya terbuat dari kayu jati. Elegan dan cantik banget! Apalagi adanya kipas angin dan lampu gantung menambah kesan klasik kamar berukuran 44 meter persegi ini. Ternyata kamar yang aku inapi ini merupakan kamar standar atau type terendah. Standar saja seluas ini yaaa. Luar biasa kan?

Kamar type classic room yang aku inapi
Bathup
Wastafel kamar mandi yang terlihat mewah
    By the way, fasilitas kamarnya ada apa saja nih? Tentunya ada TV kabel, kulkas, coffee and tea maker, savety box, dan jubbah mandi. Koneksi interpun tetap lancar di sini untuk mendukung agenda kerja para tamu. Kamar mandinya pun tak luput dari kesan mewah lho. Tersedia bathup di type kamar standar ini. Bahkan untuk toilet, bathup dan shower pun terpisah, ada ruangan tersendiri. Amenities-nya pun cukup lengkap, apalagi tersedia hair dryer untuk kaum hawa seperti aku. Kagum sama kemewahan kamar standar ini? Yuk kita jalan-jalan keliling lagi biar kalian tau kalau yang mewah tak hanya kamar ini saja.

Kamar Terluas
        Bahas kamar Classic Room sudah, aku juga berkesempatan mengintip mewahnya kamar type Presidential Suite yang luasnya kurang lebih 806 meter persegi. Woww banget kan? Rumah aku dan kalian aja belum tentu seluas ini kan. Hehehe . . . Makanya kamar type Presidential Suite ini didaulat sebagai kamar terluas se-Asia Tenggara. Keren!

Kamar utama type Presidential Suites
Kamar mandi di kamar utama
Living room di kamar utama
Kamar tambahan
        Di kamar Presidential Suite ini ada kamar utama yang terdiri dari kamar tidur, kamar mandi yang bathup-nya dari emas 24 karat pada bagian kran, ruang kerja, living room, dan ruang pertemuan. Dilengkapi pula dengan kamar tambahan yang juga mewah. Lengkap banget ya. Oiya, kamar Presidential Suite ini harganya fantastis lho, berkisar sekitar 2500 USD. Maka tak heran jika kamar ini biasanya disewa oleh crazy rich, pesohor dunia, hingga pejabat negara. Wah wah . . . Aku pun merasakan aura kemewahan di kamar ini meski tidak tidur di kamar ini.

Aktivitas dan Fasilitas
        Selain kamar-kamarnya yang mewah, Hotel Majapahit juga memiliki fasilitas yang cukup lengkap mulai dari kolam renang, fitness center, spa, jacuzzi, meeting room dan juga ballroom. Kolam renangnya cukup luas sehingga aku dan juga tamu lain bisa leluasa berenang. Bagi yang lelah dengan aktivitas seharian bisa merasakan spa yang bekerja sama dengan salah satu brand kosmetik.

Kolam renang
Fitness center
Spa
Balai Adika, salah satu ballroom
      Berbicara mengenai pilihan aktivitas, Hotel Majapahit juga menyediakan hotel tour untuk tamu umum lho. Hanya dengan mendaftar di bagian front office dan membayar biaya tour-nya kalian bisa menikmati dan berkeliling Hotel Majapahit. Pilihan tour-nya ada pada pukul 14.00 dan juga pukul 16.00. Asyik yaa, selain bisa menambah wawasan, kalian juga bisa foto-foto dengan background bangunan legendaris di Indonesia. Lumayan lelah ya keliling Hotel Majapahit yang sangat luas ini, aku jadi lapar. Makan yuk!

Restaurant and Bar
        Hotel Majapahit memiliki empat restoran yakni Sarkies Restaurant, The Maj Pub and Dine, Indigo Restaurant, dan Executive Lounge. Aku sendiri memilih makan malam di Sarkies Restaurant. Nama Sarkies diambil dari nama founder Hotel Oranje yakni Lukas Martin Sarkies yang berasal dari Iran. Namun, meski founder berasal dari Iran bangunan hotel ini bergaya kolonial.
Sarkies Restaurant
Fresh Mango Pudding
Prawn in wheat flour nestum
Stir fried tenderloin beef cubes
Nah ini lupa namanya, yang pasti brokoli dan jamur isinya
Watermelon juice
Orange juice
Avocado ice cream
        Sarkies Restaurant ini merupakan restoran yang menyediakan menu-menu Chinesse Food. Ambience restorannya pun terasa seperti tahun 1930an. Saat itu aku memesan menu Prawn in wheat flour nestum, Stir fried tenderloin beef cubes, Fresh mango pudding, watermelon juice, avocado ice cream, dan satu lagi lupa namanya (brokoli dan jamur). Menurutku kesemua menu yang aku pesen ini enak banget, bahkan aku bisa menghabiskan semua menu itu lho.

        Untuk sarapan pagi bisa langsung menuju Executive Lounge di lantai 2 mulai dari pukul 06.00 hingga pukul 10.00. Menu yang disajikan sangat beragam dan berkualitas. Apalagi sapaan para staff restoran sangat ramah membuat pagiku makin bersemangat. Oiya, untuk Executive Lounge ini ada area indoor dan outdoor, semuanya terasa mewah dan elegan.
       
Exective Lounge
Executive lounge outdoor
Executive lounge outdoor
Menu sarapan pagi pilihanku
        Kecantikan arsitektur yang tak lekang jaman, kemewahan yang terpancarkan, dan keramahan kelas bintang lima yang ditawarkan membuat aku semakin berkesan selama staycation di Hotel Majapahit. Bangunannya yang cantik baik siang maupun malam. Wajar saja jika hotel ini dijadikan sebagai heritage site oleh pemerintah Kota Surabaya. Harapannya semoga hotel ini juga bisa menjadi The World Heritage Site yang kaya dengan sejarah dengan arsitekturnya yang menawan.

Taman di Hotel Majapahit
Hotel Majapahit
Arsitekturnya cantik banget
     Pengalaman menarik saat menginap di hotel ini rasanya tak habis-habis jika diceritakan dalam kata-kata. Semoga saja di lain waktu aku bisa menginap lagi di Hotel Majapahit Surabaya, tentunya dengan keindahannya yang tetap terjaga.




Hotel Majapahit Surabaya
Jalan Tunjungan No 65, Genteng, Surabaya 60275
T: +62 31 5454 333
E: reservation@hotel-majapahit.com

Dear Widha . . . . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates