Friday, October 2, 2015


         Pernahkah mendengar tempat bernama Wildlife Rescue Center (WRC) yang berada di Yogyakarta? Seorang pelancong yang sudah menjelajah berbagai tempat di Indonesia pun saya yakin jarang sekali yang mengetahui tempat ini. Saya yang merasa sudah hafal tiap sudut tempat di seluruh Yogyakarta pun ternyata tidak tahu. Berawal dari membuka website kampus beberapa bulan kemarin, saya pun akhirnya membaca artikel menarik tentang Wildlife Rescue Center. Artikel tersebut mengajak para mahasiswa untuk jalan-jalan di sana, tentunya sambil belajar mengenal satwa liar. Tak butuh waktu lama dan tak ingin melewatkan kesempatan itu, akhirnya saya pun mendaftar acara bertajuk English Camp tersebut.
            Rupanya cukup sulit untuk mendapatkan kesempatan jalan-jalan di Wildlife Rescue Center, kapan lagi bisa piknik sembari belajar. Setelah melewati proses seleksi administrasi dan interview akhirnya nama saya pun tercantum di daftar peserta English Camp. Ahh, Tuhan memang selalu bersama seorang backpacker  yang selalu rindu jalan-jalan gratis seperti saya.
            Malam sebelum keberangkatan, saya pun mengepak segala sesuatu yang dibutuhkan. Kamera kesayangan pun tak lupa saya siapkan. Carrier pink berukuran 60 liter pun telah siap untuk diajak pergi ke acara English Camp selama tiga hari. Pagi pun tiba, pukul tujuh lebih saya sudah berada di kampus. Beberapa teman dari fakultas lain pun mulai berdatangan. Setelah penjelasan sedikit mengenai hal-hal apa saja yang akan dilakukan di sana, akhirnya rombongan pun berangkat menggunakan bus menuju Wildlife Rescue Center.
            Wildlife Rescue Center terletak di Pengasih, Kulon Progo, Yogyakarta, yang baru-baru ini saya dengar keberadaannya. Rasa penasaran masih menyelimuti pikiran saya dan berusaha mengamati dengan jeli jalan menuju ke sana. Satu jam lamanya bus ini melaju kencang dari kota Yogyakarta. Memasuki gerbang, saya makin penasaran karena bus melewati jalan aspal yang berada di tengah hutan. Rimbunnya pepohonan menghiasi sisi kanan dan kiri jalan. Bisa dipastikan jalan di tengah hutan itu bukanlah jalan umum, tak ada kendaraan lain yang melintas. 
Jalan di area Wildlife Rescue Cneter
            Hawa sejuk dan sunyi sudah mulai terasa. Hingar bingar suara kendaraan tak lagi bisa terdengar. Setelah membelah jalanan hutan, tibalah di resort yang kental dengan nuansa Jawa. Suara monyet yang saling bersahutan memecah ketenangan. Saya terdiam memandangi apa yang ada di depan mata. Masih belum percaya bahwa di tengah hutan ada resort yang cukup worth it untuk disinggahi sebagai tempat menenangkan diri. Sayangnya, tempat itu ternyata tak bisa di sewa secara pribadi dan hanya untuk kepentingan edukasi. Sekali lagi, saya pun mengucap syukur telah bisa mengunjungi tempat ini. 
Resort di Wildlife Rescue Center

Pemandangan dari dalam resort

Salah satu resort sederhana di Wildlife Rescue Center
Rumah Joglo yang bisa digunakan untuk aula

            Selama tiga hari saya melewati waktu untuk belajar Bahasa Inggris di resort. Komunikasi yang terjalin dengan antar teman maupun tutor pun wajib menggunakan Bahasa Inggris. Selain kegiatan belajar yang dikemas dengan have fun, saya bersama teman-teman tentunya akan mengurai cerita baru selama tinggal di sini. Memang tak lama, tapi pengalaman yang kami dapatkan tentunya akan menjadi momen yang sulit untuk di lupakan. Salah satunya ketika kami mengunjungi tempat yang paling penting di Wildlife Rescue Center. Selain hutan dan resortnya yang memukau, ternyata tempat ini merupakan penangkaran satwa yang dilindungi seperti monyet, kera, burung, buaya, dan sebagainya. Hal yang membuat berkesan, tempat ini bukan tempat umum yang setiap orang bisa mengunjunginya. 
Kegiatan senam pagi di area Wildlife Rescue Center
Pemandangan nan hijau saat senam pagi
Kegiatan kami di resort
            Satwa yang berada di Wildlife Rescue Center ini begitu diperhatikan, asupan makanan yang cukup dan suasananya mirip seperti habitat aslinya meski berada di sangkar. Sungguh menyenangkan bukan belajar sembari piknik? Selain hati senang dan terbebas dari jenuhnya seabrek kegiatan yang menjemukan, ilmu pun bisa didapatkan. Karena pada intinya jalan-jalan itu bukan tentang tujuan yang harus jauh dan mahal, tetapi ada kisah baru yang terangkai dengan manis. Apalagi tempat tersebut sebelumnya masih asing di telinga masyarakat. 
Salah satu burung yang di lindungi
Monyet yang berada di Wildlife Rescue Center
Penangkaran monyet yang di desain mirip habitat aslinya
            Cerita jalan-jalan saya sambil belajar pada “Lomba Blog Piknik Itu Penting” ini semoga bisa mengantarkan saya untuk liburan di Bogor dan menginap di Padjajaran Suite Bogor.  Kota Hujan  yang saya harap bisa menjadi tempat pelarian dari jenuhnya pekerjaan dan sekedar menikmati ketinggian di puncak Gunung Munara yang fenomenal di kalangan petualang. Tak hanya itu, saya juga ingin merasakan terbang bebas di udara seperti burung dengan paralayang. Dan, berharap Tuhan pun tergelitik untuk mengabulkan keinginan saya ini.  

Tulisan ini diikutsertakan dalam "Lomba Blog Piknik Itu Penting



4 komentar

Waah baru tau ada wildlife rescue center di Jogja.

REPLY

Saya juga baru tau ketika iseng ikut acara kampus mba. Jadi tau banyak dan piknik gratis. Hehehe . . .

REPLY

Ceritanya seru. Terimakasih sudah berpartisipasi dalam lomba. Maaf, pengumuman ditunda tgl 20 Oktober 2015. Goodluck.

REPLY

Terima kasih bu. Semoga saya beruntung. Hehehe . . .

REPLY

Dear Widha . . . . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates