Friday, October 30, 2015



        Yogyakarta memiliki Candi Prambanan yang merupakan monumen cinta kasih terelok di Tanah Jawa. Kisah cinta Rama dan Shinta itulah yang membuat Candi Prambanan menjadi begitu fenomenal. Namun tak hanya itu saja, rupanya rumah sekaligus galeri yang terletak di Jalan Solo, Yogyakarta pun begitu menarik perhatian banyak orang termasuk saya. Galeri tersebut begitu membuat rasa ingin tahu saya semakin memuncak. Selain karena bangunannya yang mirip dengan kastil dan terlihat teduh, saya belum pernah mengamati goresan-goresan cat air pada kanvas secara detail.
           Semua orang pernah merasakan jatuh cinta dan tentunya pasti pernah merasakan patah hati. Begitu pula cerita di balik galeri bernamakan Museum Affandi yang mengusung kisah nyata tentang cinta dan patah hati seorang pelukis maestro yang begitu terkenal di Indonesia. Sang maestro tersebut tak lain yaitu Affandi, meski sudah tiada tapi kisahnya seolah tak pernah hilang di telan waktu. Kisah cinta dengan istrinya Maryati terekam begitu detail pada goresan cat air yang sekarang terpajang di galeri miliknya. 
Patung replika Affandi di depan Galeri I
          Ketika saya memasuki bagian loket, petugas begitu ramah menyapa saya. Merogoh kocek sebesar Rp. 20.000,-/orang untuk tiket masuk dan Rp. 20.000,- untuk kamera, saya pun memasuki pelataran galeri. Tiket tersebut lengkap dengan leaflet tentang isi galeri plus softdrink.
Tiket masuk dan leaflet
          Usai membeli tiket, tampak petugas di café Loteng menawarkan softdrink atau es krim sebagai bentuk layanan untuk pengunjung yang datang. Saya pun memilih menikmati es krim sembari berjalan menyusuri Galeri I. Pada Galeri I ini selain terdapat cafe Loteng, juga terdapat benda-benda peninggalan Affandi. Benda-benda tersebut misalnya patung yang menggambarkan diri Affandi, mobil kesayangan, sepeda, dan lain sebagainya. Selain itu, kita juga akan di ajak menyelami kisah cinta Affandi dengan istrinya, Maryati melalui sebuah goresan tinta karya Affandi. Maryati merupakan cinta pertama, cinta terakhir, dan cinta sejati Affandi yang ia nikahi sejak umur 16 tahun. Setahun kemudian buah pernikahan mereka, Kartika lahir yang juga menjadi pelukis hebat seperti sang ayah. Di galeri I ini terdapat banyak lukisan dengan model Maryati dan anaknya Kartika. Keseluruhan lukisan di galeri I ini menggambarkan tentang dirinya dan keluarganya yang menandakan cintanya kepada sang istri, anak dan keluarga lainnya. 

Galeri I : Lukisan yang paling tengah merupakan potret diri Affandi
Model pada lukisan tersebut yaitu Maryati. Dulu Affandi ingin melukis anatomi tubuh, karena malu Maryati hanya ingin dilukis bagian belakang tubuhnya
          Puas menyelami kisah-kisah cinta Affandi di galeri I, saya pun memasuki galeri II yang berisi lukisan yang akan di jual dan juga lukisan karya seniman lain seperti Sudjojono, Hendra Gunawan, Barli, Mochtar Apin dan lain-lain. Lukisan karya mereka di jual dengan harga jutaan hinggal milyar rupiah. Cukup fantastis bukan?

Beberapa lukisan di Galeri II yang dijual
          Terakhir, galeri III pun saya kunjungi yang isinya merupakan karya-karya dari anggota keluarga Affandi. Karya tersebut seperti hasil karya bordir Maryati, lukisan Kartika, dan lukisan Rukmini (putri kedua dari istri kedua). Bahkan, di galeri ini terdapat lukisan Kartika yang menggambarkan kekecewaannya kepada suaminya yang berselingkuh. Di galeri III ini pun terdapat video Affandi. Dalam video tersebut Affandi  berkata bahwa “Maryati is my one and only. I love her from the deepest of my heart. She’s my wife and my forever love”. Ahh . . . perempuan mana yang tidak ingin dicintai sebegitu besarnya oleh lelaki. Dan, hingga akhir hayatpun makam Maryati dan Affandi tetap berdampingan. Benar-benar beruntung sekali Maryati memiliki suami seperti Affandi. 

Deretan lukisan di Galeri III dan ruang video
Patung yang saya pegang merupakan replika wajah keluarga Affandi, sedangkan lukisan yang dibelakang saya merupakan lukisan yang menggambarkan kekecewaan Kartika karena suaminya berselingkuh.
         Lho, katanya Maryati merupakan cinta sejati tapi mengapa Affandi memiliki istri dua? Itu yang menjadi pertanyaan besar bagi saya. Konon Affandi ingin sekali memiliki anak laki-laki. Kemudian, Maryati menyuruh Affandi untuk menikah lagi. Benar saja, Affandi memiliki anak laki-laki bernama Juki Affandi dari istri keduanya. Itulah sebabnya mengapa saya memberi judul tersebut, karena kisah cinta dan patah hati pada keluarga Affandi cukup complicated.

Makam Affandi dan istrinya, Maryati yang berdampingan, berada di depan Galeri I
        Jika sudah puas berkeliling museum, kita bisa bersantai di Café Loteng. Sambil duduk menikmati minuman juga gemericik air sungai Gajah Wong yang begitu tenang. Dekorasi café yang unik dan pemandangan sekitar yang begitu sejuk membuat saya pun enggan meninggalkan museum ini. Jika ke Yogyakarta jangan lupa berkunjung ke sana ya.

1 komentar:

Dear Widha . . . . 2019 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template